Senin, 11 Oktober 2010

Pentingnya melatih keseimbangan pada anak

Tugas perkembangan fisik berupa koordinasi gerakan tubuh, seperti berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar dan menangkap,serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar.

Keseimbangan merupakan kemampuan relative untuk mengontrol pusat massa tubuh (center of mass) atau pusat gravitasi (center of gravity) terhadap bidang tumpu (base of support). Yang juga bisa diartikan sebagai suatu proses dimana tubuh berusaha mempertahankan posisinya saat melakukan berbagai kegiatan. Kemampuan keseimbangan anak pada usia perkembangan sangat penting untuk ditinjau, baik dari segi keseimbangan duduk, berdiri, dan saat berjalan. Untuk mengetahui lebih jelas, maka diperlukan tes keseimbangan oleh ahlinya (Fisioterapi). Secara sederhana orang tua bisa mengajak mendampingi anaknya untuk melatih keseimbangan, latihan yang dilatih keseimbangan terkadang juga mirip dengan latihan peningkatan stabilitas

Mempertahankan posisi melawan gravitasi dalam posisis menumpu berat badan mrpk latihan stabilitas trunk yang baik untuk menunjang koordinasi dan keseimbangan. Misalnya gerakan tengkurap bertumpu pd siku, posisi merangkak, bridging, duduk, kneeling, berdiri satu kaki, posisi pesawat terbang.


Ananda Andrew (anak didik Ende Mandiri) sedang melakukan suatu latihan keseimbangan berdiri satu kaki. Tampak sedang bersemangat dan berkonsentrasi menghitung 1-10. Dilakukan secara bergantian kedua kaki yang digunakan sebagai tumpuan.


 

Dengan latihan koordinasi dan keseimbangan yang baik, maka perkembangan motorik menjadi baik. Karena tanpa kemampuan motorik kasar yang layak, anak akan bermasalah dengan kemampuan motorik halusnya yang nantinya akan dibutuhkan untuk hal-hal formal seperti sekolah.

(Bpk Chory Chamdany,AMF)

Jumat, 27 Agustus 2010

Asyiknya melompat…


 


 


 

K

emampuan melompat dikuasai dengan mahir saat anak berusia sekitar 3 tahun. Namun begitu, di usia sebelumnya anak sudah mulai melompat-lompat di antara langkahnya. Kegiatan melompat ini mengaktifkan otot-otot tungkai dan persendiannya, selain juga butuh kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan diri setelah "terbang" beberapa detik tanpa menjejakkan kaki di tanah, kemudian menapak kembali tanpa terjatuh.
Ketika anak sudah mempu berdiri tanpa dibantu, selanjutnya ia belajar keseimbangan. Begitu anak bisa melangkah, ia menantang kemampuan dirinya untuk melompat. Anak usia kurang lebih 2 tahun biasanya sudah terampil melompat-lompat di tempat, atau melompat maju dan melompat mundur beberapa sentimeter.
Selain keseimbangan dan keterampilan gerak kaki, melompat juga melibatkan koordinasi, yaitu keselarasan gerak kelompok otot dan bagian tubuh untuk menghasilkan gerakan tubuh yang halus, tidak canggung atau kaku. Lompatan pertama biasanya dimulai dari posisi berdiri, dilanjutkan merapatkan kaki kemudian mengangkat kaki, lalu mendarat. Tentu Ini masih berupa lompatan jarak pendek.
Bila anak usia 1 – 2 tahun ini tampak belum mulai belajar melompat, orangtua tak perlu khawatir. Masih ada waktu untuk melatihnya melompat, namun tak harus dipaksa.
Keengganan anak mencoba keterampilan melompat bisa jadi disebabkan oleh trauma tertentu akibat sebuah pengalaman buruk dalam rentang usia ini.  Namun, perhatian sikap tubuh dan gerakan tubuhnya ketika melakukan berbagai aktivitas.
Bila tampaknya ia kurang rangsangan atau latihan, Anda dapat melatihnya secara perlahan-lahan. Misalnya, letakkan sebuah mainan di lantai. Beri contoh bagaimana melompati mainan itu tanpa menginjaknya. Bila anak melakukannya hanya dengan melangkahkan kakinya, Anda tak perlu memberi komentar. Biarkan ia melatih keterampilan melompat secara bertahap. Latihan ini dapat Anda lakukan setiap hari sambil bersenang-senang. Anak yang menderita hipertonie(kelainan tegangan otot, hiper artinya tinggi dan hipotonie (tegangan otot yang terlalu minim, hipo artinya rendah, kecil) mengalami kesulitan melakukan gerakan dinamis yang cepat, seperti berlari, menangkap bola atau melompat. Hipertonie merupakan gangguan yang dicirikan dengan gerakan tubuh yang tidak harmonis dan kaku. Sebaliknya, hipotonie merupakan gangguan yang dicirikan dengan otot yang terlalu lentur. Secara umum, belum terampil melompat saat anak mengakhiri usia 24 bulan belum tentu mengacu pada sebuah gangguan khusus. Karena, gangguan tumbuh kembang motorik kasar tidak hanya meliputi keterampilan melompat, melainkan juga dalam melakukan gerakan lain.

(Bapak Chory, http://www.parentsguide.co.id )

Sabtu, 21 Agustus 2010

Asyiknya melompat…



 


 

K

emampuan melompat dikuasai dengan mahir saat anak berusia sekitar 3 tahun. Namun begitu, di usia sebelumnya anak sudah mulai melompat-lompat di antara langkahnya. Kegiatan melompat ini mengaktifkan otot-otot tungkai dan persendiannya, selain juga butuh kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan diri setelah "terbang" beberapa detik tanpa menjejakkan kaki di tanah, kemudian menapak kembali tanpa terjatuh.
Ketika anak sudah mempu berdiri tanpa dibantu, selanjutnya ia belajar keseimbangan. Begitu anak bisa melangkah, ia menantang kemampuan dirinya untuk melompat. Anak usia kurang lebih 2 tahun biasanya sudah terampil melompat-lompat di tempat, atau melompat maju dan melompat mundur beberapa sentimeter.
Selain keseimbangan dan keterampilan gerak kaki, melompat juga melibatkan koordinasi, yaitu keselarasan gerak kelompok otot dan bagian tubuh untuk menghasilkan gerakan tubuh yang halus, tidak canggung atau kaku. Lompatan pertama biasanya dimulai dari posisi berdiri, dilanjutkan merapatkan kaki kemudian mengangkat kaki, lalu mendarat. Tentu Ini masih berupa lompatan jarak pendek.
Bila anak usia 1 – 2 tahun ini tampak belum mulai belajar melompat, orangtua tak perlu khawatir. Masih ada waktu untuk melatihnya melompat, namun tak harus dipaksa.
Keengganan anak mencoba keterampilan melompat bisa jadi disebabkan oleh trauma tertentu akibat sebuah pengalaman buruk dalam rentang usia ini.  Namun, perhatian sikap tubuh dan gerakan tubuhnya ketika melakukan berbagai aktivitas.
Bila tampaknya ia kurang rangsangan atau latihan, Anda dapat melatihnya secara perlahan-lahan. Misalnya, letakkan sebuah mainan di lantai. Beri contoh bagaimana melompati mainan itu tanpa menginjaknya. Bila anak melakukannya hanya dengan melangkahkan kakinya, Anda tak perlu memberi komentar. Biarkan ia melatih keterampilan melompat secara bertahap. Latihan ini dapat Anda lakukan setiap hari sambil bersenang-senang. Anak yang menderita hipertonie(kelainan tegangan otot, hiper artinya tinggi dan hipotonie (tegangan otot yang terlalu minim, hipo artinya rendah, kecil) mengalami kesulitan melakukan gerakan dinamis yang cepat, seperti berlari, menangkap bola atau melompat. Hipertonie merupakan gangguan yang dicirikan dengan gerakan tubuh yang tidak harmonis dan kaku. Sebaliknya, hipotonie merupakan gangguan yang dicirikan dengan otot yang terlalu lentur. Secara umum, belum terampil melompat saat anak mengakhiri usia 24 bulan belum tentu mengacu pada sebuah gangguan khusus. Karena, gangguan tumbuh kembang motorik kasar tidak hanya meliputi keterampilan melompat, melainkan juga dalam melakukan gerakan lain.

(Bapak Chory, http://www.parentsguide.co.id )


 

Kamis, 08 Juli 2010

Terapi fisik sekutu bidang kesehatan, hal ini terkait dengan membantu dan mengobati penyakit dan cedera pada otot tulang dan sistem tubuh dan bagaimana gerakan mempengaruhi dan fungsi tubuh. Dengan praktek terapi fisik pasien akan dievaluasi dan kemudian rencana akan dilaksanakan dengan tujuan mengembalikan sebanyak mungkin gerakan independen dari setiap orang. Ada beberapa cara terapi fisik yang akan bekerja untuk mencapai tujuan ini seperti latihan rentang gerak, penerapan dingin dan panas. Pijat untuk meningkatkan sirkulasi dan mempromosikan rasa relaksasi dan kesejahteraan semua ini dapat digunakan dalam perawatan.

Pasien biasanya ingin tahu berapa lama kursus terapi fisik akan diambil, ini akan tergantung pada pengobatan bahwa orang dan terapis yang memutuskan. Tujuan yang ditetapkan untuk akhir pengobatan akan dicapai dengan bekerja pada mereka sehari-hari.

Ada beberapa jenis terapi fisik satu ini adalah terapi fisik ortopedi. Satu ini digunakan untuk mengobati penyakit dan luka pada sistem kerangka, juga digunakan untuk rehabilitasi setelah operasi atau setelah kecelakaan.

Selasa, 12 Januari 2010

Exercise therapy

silahkan ikuti lanjutan info dari kita :
disini
dan bisa cari tambahan juga
http://www.ziddu.com/download/8131991/106HotandColdTherapies.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/8131992/1.601-alexander-technique.pdf.html

lumayan buat nambah ilmu kita,

Senin, 15 Juni 2009

Permasalahan pada Bahu Beku (FROZEN SHOULDER)

Ternyata gangguan pada bagian bahu sangat banyak juga terjadi di masyarakat, terkenal dengan nama Bahu Beku (Frozen Shoulder). Gangguan ini biasanya terjadi pada pekerja yang banyak menggunakan aktivitas berat yang membebani gerakan pada bagian bahu.
Permasalahan yang terjadi diantaranya
  • Nyeri dan ketegangan otot pada sekitar daerah bahu
  • Keterbatasan lingkup gerak sendi pada bahu
  • Penurunan kekuatan otot2 pada bahu
  • Penurunan atau keterbatasan aktivitas kegiatan sehari-hari, seperti mandi, menyisir, memakai baju, mengambil dompet dari belakang, mengangkat barang.
Untuk mengatasi permasalahan seperti itu, maka diperlukan pemeriksaan fisik secara khusus oleh fisioterapi guna mengetahui secara jelas, terkait dengan gangguan yang terjadi.
Setelah ditemukan masalah / diagnosisnya, baru dilaksanakan program terapi secara fisioterapi sesuai dengan intervensi fisioterapi yang ada.

Minggu, 02 November 2008

Nama     : SILAFIS UMS (Silaturahmi Alumni Fisioterapi UMS)

Misi     : Menjalin tali silaturahmi diantara anggota alumni fisioterapi UMS

Visi     : Meningkatkan kerukunan dan kebersamaan antar alumni FT UMS.

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan FT.

Memberikan informasi berkaitan FT dan sebagainya.


 

Struktur Pengurus SILAFIS UMS

  1. Penasehat     : Agus Widodo,SKM,SstFT
  2. Ketua     : Sriyono, AMF
  3. Wakil Ketua I    : Andry Ariyanto, SstFT
  4. Wakil Ketua II     : Anton Ferry D. , AMF
  5. Sekretaris I     : Dewi Yulianti, AMF
  6. Sekretaris II     : Chory Chamdany, AMF
  7. Bendahara I     : Wahyuni, AMF
  8. Bendahara II     : Nurul Hidayah, AMF
  9. Seksi Humas     : Tur Hartono, AMF

    Muh. Sigit Haryanto, AMF

    Mardiono, AMF

    Anisa Mu'awanah, AMF

    Abdurrahman, AMF

  10. Seksi Keilmuan: Karimatun Na'im, AMF
  11. Seksi Dokumentasi : Edi Septiyanto, AMF

Agenda Pertemuan SILAFIS UMS

Dilaksanakan pertemuan rutin tiap 2 bulan sekali dengan penarikan biaya Rp 10.000,- @anggota (Rp 5.000,- kas dan Rp 5000,- konsumsi).


 

Target Point

Pembuatan Logo

Konsep Web

Pendataan Anggota

Pengakraban